Minggu, 08 Desember 2019

Bawaslu : Pengembangan Pengawasan Partisipatif Melalui Sarana Kebudayaan





Pengembangan pengawasan partisipatif melalui sarana kedaulatn

Well, beberapa waktu lalu, pemilu atau bisa kita sebut sebagai pesta demokrasi terbesar di Indonesia, pesta demokrasi yang diselenggarakan di Indonesia kemarin menjadi sejarah demokrasi di Indonesia yang semakin baik. Dalam pemilihan umum yang dilakukan, selain Presiden yang dipilih langsung oleh kita, kita juga memilih beberapa pemimpin-pemimpin lainnya diantaranya.Kepala Daerah, DPR, MPR, DPD.

Dalam pemilu serentak yang dilakukan, pada pemilu kali ini Indonesia tergolong cukup sukses dengan tidak banyak ditemukannya pelanggaran-pelanggaran saat pemilu. Hal tersebut harusnya tidak terjadi karena, seharusnya kita dapat melaksanakan pemilu tanpa adanya pelanggaran.

Tau gak si kalian siapa yang meiliki tugas dan memiliki tanggung jawab dalam pengawasan pemilu? Yap, yang bertugas dan bertanggung jawab dalam pengawasan pemilu adalah Bawaslu (Badan Pengawasan Pemilu). Bawaslu bertugas untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu, mengawasi persiapan penyelenggaraan pemilu, mengawasi pelaksanaan tahapan penyelenggaraan pemilu, dan lainnya.


Ketika ada indikasi pelanggaran yang dilakukan, bawaslu bertugas untuk menyelesaikan pelanggaran yang terjadi. Peran masyarakat juga sangat penting untuk meminimalisir pelanggaran yang terjadi ketika pemilu dilaksanakan.

Peresmian dengan memukul gong 

Nah, serunya lagi pada tanggal 29, November 2019 gue dapat satu kesempatan untuk menghadiri acara dengan tema “Pengembangan Pengawasan Partisipatif Melalui Sarana Kebudayaan” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Pada acara tersebut, dihadiri juga oleh Muhamad Jupri selaku ketua Bawaslu DKI Jakarta. Beliau mengutarakan pendapatnya bahwa tugas dari Bawaslu adalah mengawasi pemilu agar pemilu berjalan dengan baik dan jika pelanggaran yang dilakukan yang diharapkan adalah Bawaslu bertindak tegas dan memprosesnya dengan aturan hukum yang berlaku.



Adanya pengembangan pengawasan partisipatif melalui sarana kebudayaan sangatlah penting. Hal yang harus duilakukan oleh Bawaslu adalah melakukan pendekatan  ke masyarakat. Salah satu cara yang cocok untuk melakukan pendekatan tersebut adalah dengan melalui sarana budaya. Seperti yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Pemilu di Kabupaten Kepulauan Seribu tergolong sangat sukses karena pada saat pemilu serentak, tidak ditemukan satupun pelanggarann serius yang terjadi selama kegiatan pemilu berjalan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar