Senin, 05 November 2018

Domus Hanya Butuh 5 Hari Untuk Membangun Rumah

  
Hampir semua orang menginginkan hunian rumah yang nyaman. Sayangnya, jika dirincikan biaya pembuatan rumah cukup tinggi dan ditambah dengan lamanya perjaan hingga rumah benar-benar layak huni. Beberapa orang juga tidak berani ambil resiko membangun rumah di daerah rawan gempa.





Dengan adanya DOMUS, kedua permasalahan di atas tidak perlu ditakutkan lagi. DOMUS adalah rumah permanen instan, rumah ini dibangun dengan sistem yang sudah dikembangkan oleh perusahaan genteng metal dan baja ringan terbesar di Indonesia yaitu PT. Tata Logam Lestari yang memungkinan dapat mempersingkat pengerjaan pembuatan rumah.


Hanya dalam 5 haru, DOMUS dapat menyelesaikan pengerjaan 1 rumah. Hal tersebut dapat dilakukan karena adanya sebuah perencanaan yang dibuat dengan baik, benar hingga matang. Penggunaan bahan-bahan yang tepat serta penggunaan teknik pengerjaan yang sesuai sehingga pengerjaannya menjadi efektif dan efisien.

Dengan waktu yang cukup singkat, bukan berarti DOMUS tidak kuat dari segi kualitasnya. Kekuatan dari bangunannya dijamin cukup kuat karena teknik pemasangannya yang baik. Sehingga kita tidak perlu khawatir jika terjadi gempa karena bangunan DOMUS sudah tahan gempa.

Teknologi DOMUS dapat diaplikasikan untuk bangunan permanen, yang cocok juga untuk penerapan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana alam. Hanya saja, bahan material digunakan yang sebelumnya adalah bata ringan, untuk huntara bahan tersebut diganti dengan bahan lain seperti bilik bambu, panrl gypsum, ttriplek atau bahkan dapat menggunakan terpal.


Ide tersebut dicetuskan oleh Menteri PUPR Bapak Basuku Hadimuljono yang disampaikan kepada tatalogam pada sebuah acara pameran, yang menargetkan rumah hunian sementara menjadi rumah hunian tetap dengan menggunakan teknologi smart technology dan efisiensi.

Dengan kata lain, rumah instan HUNTARA merupakan sebuaah inovasi dari PT. TATALOGAM LESTARI untuk para korban bencana alam gempa seperti para korban bencana alam gempa di Palu dan Donggala. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar