Senin, 30 Juli 2018

Barista Inklusif Ciptakan Produktifitas Bagi Para Difabel

Gambar : Cup Coffee

Halo guys, pada hari minggu (29/07) kemarin aku pergi ke acara BREWBAGI Public Showcase - Barista Inklusi yang bertempat di Cupable Coffe - Lap. Parkiran Pusat Rehabilitas YAKKUM, Sleman Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pembicara diantaranya, seorang penulis Bernard Batubara, Frischa Aswarini, Ranie Ayu Hapsari sebagai project manager program peduli, dan dimoderatori oleh Barista Koffie Lovers.

Program peduli, YAKKUM, dan cupable coffee

Program Peduli adalah gerakan yang ingin meewujudkan Inklusi sosial bagi warga negara Indonesia yang minoritas karena stigma dan perbedaan. 

Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (Yakkum) didirikan oleh Sinode Gereja Kristen Jawa Tengah dan Gereja-Gereja Kristen Jawa pata 1 Februari 1950. Yakum adalah sarana pelayanan kesehatan untuk penyembuhan (Heaking Ministry). 

Cupable Coffe adalah cafe yang berada di area kantor Pusat Rehabilitas YAKKUM di Yogyakarta. Selain menyediakan kopi, dan makanan lainnya, kafe ini menyediakan pelatihan pekerjaan khusus untuk para penyandang difabel.

Apa sih Barista Inklusi?

Barista Inklusif adalah seorang penyedia kopi yang berasal dari rekan difabel. Sebelumnya, program peduli telah mengadakan pelatihan Barista Inklusif yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Pelatihan Barista Inklusi diadakat oleh YAKKUM dan dilakukan tanpa melihat sisi ekonomi dan aspek sosial dari pesertanya. Pelatihan ini terwujud berkat kerjasama antara YAKKUM dan cupable coffe.

Foto : Sesi ngobrol santai
Pada sesi ngobrol santai, penulis buku Espresso Bernard Batubara mengatakan bahwa, menjadi seorang barista tidaklah mudah karena menyeduh adalah hal yang sangat kompeks. Tetapi ketika menemukan bahwa menyeduh kopi itu kompleks, kejenuhan dengan kegiatan menulisnya berganti dengan semangatnya. Kopi juga mendatangkan banyak orang baru dalam hidupnya.

Pada waktu yang sama, para narasumber mengutarakan harapannya agar dengan menggunakan kopi pintu masuk untuk kaum minoritas dapat terbuka untuk "Bersuara". 
Gambar : Biji kopi

Setelah sesi ngobrol santai selesai, dilanjutkan dengan public showcase dari pelatihan Barista Inklusif yang dilakukan beberapa waktu lalu. Para barista melakukan proses membuat kopi yang dimulai dari menggiling biji kopi hingga siap diminum. Di bawah ini merupakan dokumentasi public showcase pelatihan Barista Inklusif pada acara brewbagi.

foto : public showcase  
foto : public showcase 
foto : public showcase 
foto : public showcase 

foto : public showcase 
foto : public showcase 
foto : public showcase 
foto : public showcase 

1 komentar:

  1. Salam kenal bloggers, boleh dong kunjungi blog ku https://fulfikablog.wordpress.com/2018/08/21/merdeka-di-pulau-cinta/ :)

    BalasHapus