Senin, 06 Juni 2016

Ku kembalikan waktu untuk mu

“dimana ya, kok gak sampai juga. kebiasaan banget deh nih anak”
sudah satu jam lebih andi menunggu kekasihnyasambil berdiri di depan halte yang berada di samping mall kota kasablanka. Sambil menunggu kekasihnya tiba Andi mendengarkan musik dengan earphonenya dan melamun memikirkan kelanjutan hubungannya dengan kekasihnya tersebut. Dan akhirnya dia pun datang.
Setelah lama menunggu Andi langsung mengajak rena ke tempat makan favoritnya yang berada di dalam mall. Sambil menunggu makanan pesanan datang, mereka memikirkan untuk berlibur karena ujian semester hampir selesai. Andi mengajak berlibur ke Bali akan tetapi Rena menginginkan untuk berlibur ke Semarang.
Andi“nanti kita ke Bali. Aku udah lama pengen ke sana, aku pengen tau suasana di bali seperti apa”’
Rena“gak mau, aku maunya ke Semarang aja. Aku gak mau tau”
Dan pada akhirnya Andi mengalah dan menuruti kemauan Rena.
Setelah makanan datang, mereka langsung menghabiskan makanan yang mereka pesan tadi lalu pulang.
“ada apa ya, ko tumben tumbenan dia langsung ngajak pulang, ah mungkin dia capek seharian ngerjain tugas ujiannya kemarin” ucap Rena dalam hati.
...
“kemana ya, ko andi gak ada kabar sama sekali hari ini” khawatir Rena
Karena bosan seharian dia tidak ada kegiatan, Rena memutuskan untuk pergi ke mall sendirian.
Sesampainya di mall, Rena melihat kekasihnya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita lain. Dia langsung memanggil Andi dan memutuskan hubungannya tanpa meminta penjelasan apapun. Mereka putus.
Di sore harinya, Andi mendatangi rumah Rena bersama wanita yang tadi dia gandeng di mall.
Andi“asalamualaikum, Rena”
Ibu Rena“eh nak Andi, ada apa, sini masuk. Nanti ibu panggilin Renanya”
Ibu rena “Ren, ada pacar kamu tuh, gih samperin”
Rena“males ah bu. Suruh pulang aja”
Ibu Rena“ih gak boleh gitu lah, buruan sana”
Rena“ih ibu mah maksa deh. Yaudah aku kesana bu”
Ibu Rena “nah gitu dong, yaudah sana”
Sesampainya Rena di ruang tamu, dia kaget melihat mantan kekasihnya itu datang bersama dengan wanita yang tadi jalan bersamana. Dia langsung berbalik arah dan kembali ke kamarnya. Sebelum dia sampai kamarnya, Nova memangil Rena.
Nova“Ren, maafin aku, Andi itu sahabat aku dari kecil. Jadi kalian jangan               putus Cuma gara-gara aku. Aku ngerasa bersalah banget sama kamu”
Rena“mana bisa aku percaya sama ucapan orang yang aku gak kenal sama sekali. Toh Andi gak pernah sama sekali ceritain kamu. Gimana aku bisa percaya ?”
Nova“tuh kamu liat Andi, kamu gak liat bertapa terpukulnya dia saat kamu putusin ? kalau kamu pacarnya, kamu pasti paham dong sama dia”
Rena“kamu siapa sih ? sok sok ceramahin aku. Mendingan kamu pulang sekarang. Aku mau nyelesain masalah ini tanpa kamu”
Nova“oke aku pulang sekarang. Aku pamit. Salam sama mama kamu”
Setelah Nova pamit pulang, mereka saling berdiam membisu. Tak ada sat patah katapun yang mereka ucapkan. Namun tiba-tiba Andi meminta maaf.
Andi“Ren, maafin aku selama ini gak bilang sama kamu kalau a ku punya   sahabat yang namanya Nova. Aku menyesal. Maafin aku. Kamu mau kan maafin aku ?”
Rena“oke aku maafin kamu. Sekarang lebih baik kamu pulang. Aku capek mau istirahat”
“sayang, makasih ya udah mau berpura-pura menjadi sahabat demi aku” bunyi percakapan antara Andi dan Nova.
Setelah beberapa hari berlalu....
Ibu Rena“Andi, ibu titipkan anak ibu ke kamu ya, jaga baik-baik. Jangan sampe kenapa-kenapa”
Andi“siap tan. Anak tante bakal aman di tangan saya”
Setelah selesai bersiap-siap, mereka Berangkat
“di kamu kok baik banget mau nurutin kemauan aku buat ke semarang? “ tanya rena tajam pada kekasih nya yang sedang sibuk memerhatikan arah rambu-rambu perjalanan.
“aku kan sayang sama kamu. Gak mungkin kan aku ga nurutin kemauan kamu. Jangan mikir yang aneh-aneh dong ren“ andi meyakinkan rena kemudian mengusap kepala gadis yang di samping nya itu
“iya di. Aku percaya kok, di aku lapar“ sambil menunjuk ke arah rest area dan memasuki salah satu tempat makan yang cukup populer di tol yang mereka lewati itu
Andi mengiyakan ucapan rena kemudian memarkirkan mobil jazz merah nya.
“ren kamu makan apa? Makanan kesukaan kita atau mau pesen yang lain? “ tanya andi setiba nya di dalam restoran.
“makanan biasa kita aja di“ jawab Rena cepat
...
“mba, spagghetti nya 2, ocean blue nya 2 ya“ kata andi dan menyerahkan menu resto tersebut.
“baik mas. Di tunggu ya mas“
“ok. Terimasih mba“
Andi dan rena berpacaran sudah terbilang cukup lama. Ini untuk yang 3 kali nya mereka merayakan anniversary nya di luar kota. Mereka memunyai kesamaan yang begitu banyak. Mulai dari penyuka spagghetti, travelling, dan menyukai kucing.
“ren kamu laper banget ya, pantes aja kamu tambah gendut haha“ goda andi sambil mencubiti pipi rena yang memang keliatan membengkak itu
“ih sakit tauuu. Yuk ah kita harus cepet-cepet on the way lagi“ cerutu rena sambil menggandeng tangan kekasihnya itu.
“iya gendutttt hahaha yuk“ jawab andi dan meraih lembut jari-jari rena dan kemudian meninggalkan resto tersebut dan kembali menyetirkan mobil nya.
Di sepanjang perjalanan rena begitu antusias melihat kiri kanan yang di tumbuhi berbagai macam pepohonan yang menyejukan mata. Dia memang sangat merindukan kota itu, kota dimana rena bertemu dengan dia. dia yang telah lama hilang tanpa meninggalkan jejak.
Senja sudah menampakan cahaya indah nya dan mereka tiba di hotel yang terbilang mewah di kota wingko babat itu. Rena dan andi terlihat sangat lelah, mata yang mengantuk dan bibir yang selalu menguap berulang kali
“mari mas mba saya bantu bawakan barang nya“  ucap salah satu pegawai hotel tersebut dengan ramah.
“makasih ya mas(“ balas rena dan andi bersamaan dengan senyuman ciri khas mereka
Mereka  dengan cekatan menyesuri jalan ke koridor untuk registrasi hotel berbintang lima tersebut
.....
“selamat sore mas, mba ada yang bisa saya bantu, sebelum nya untuk berapa kamar? “ tanya resepsionis dengan senyuman khas hotel Grand Candi The gallery Hotel tersebut.
“2 kamar mba“ jawab andi dengan cepat
“baik, silahkan di tunggu mas, silahkan registrasi dulu ya, kami cek kamar kosong“ ucap resepsionis itu
Rena hanya mengangguk dan segera mengisi data, ia terlihat sangat lelah dan andi mengeluarkan beberapa lembar uang serarus ribuan
“2 kamar atas nama Andi dan Rena nomor kamar 96 dan 154 ya, nanti jika ada yang bisa di bantu silahkan menghubungi kami. Terimakasih“  sambung resepsionis itu dengan salam nya.
Rena nampak belum menyadari jarak kamar nya dengan kamar andi sangatlah jauh, ia harus menelusuri 2 gedung bagian hotel lagi untuk bisa ke kamar kekasihnya itu. Yang rena pikirkan saat ini iyalah hanya berbaring tidur dengan lelap nya.
“huh sampe juga akhirnya, kamu langsung tidur ya ren, besok pagi aku kesini lagi, sampe kamu belum bangun, siap-siap aja haha“ ujar andi menakuti rena dan rena hanya mengangguk dan memanyunkan bibir mungil nya
“good night ya, have a nice dream sayang. Love u“ ucapan andi untuk rena sambil mencium kening gadis itu dan meninggalkan nya.
“hmmmm“ gumam rena dan segera masuk ke kamar untuk tidur menikmati malam nya di kota semarang.
Di pagi harinya Rena menghampiri kamar Andi dan membangunkannya.
“sayang bangun. Udah pagi nih. Olahraga sana, liat tuh perut udah buncit” ucap Rena membangunkan Andi.
“nanti dulu deh yang, masih nanggung nih sebentar lagi”
“ih bangun atau aku siram”
Namun Andi tetap tertidur lelap dikasurnya. Setelah beberapa saat tidak terdengar lagi suara pacarnya yang bawel itu, Andi langsung beranjak ke samping pintu.
“pasti nih anak mau nyiram pake air deh” ucap andi dalam hati.
Tidak lama, Rena membuka pintu sambil membawa segayung air. Rena kebingungan karena Andi sudah tidak ada lagi di kasurnya. Saat hendak berbalik arah, ada seseorang yang menutup matanya dari belakang.
“hei, kamu siapa ?” teriak Rena
“coba tebak ?”
“hmmmm kamu” sambil menyiramkan segayung air kearah belakangnya dan mengenai Andi.
“ih kamu. Aku kan udah bangun, kok masih disiram juga si” balas Andi dengan nada kesalnya.
“habis kamu ngeselin si” ucap Rena sambil lari keluar kamar.
Setelah selesai mandi, sarapan, dan melakukan kegiatan paginya, mereka bertemu di luar hotel.
“Eh, hari ini kita ada rencana ke kota lama semarang gimana menurut kamu ?” tanya Andi
“hmmm boleh juga, aku mau ke pabrik rokok Praoe Lajar deh. Kamu tau kan ? sekalian mau foto foto. Hehe” balas Rena.
“okey”
Mereka langsung berangkat ke pabrik rokok yang dituju tadi. Sesampainya rena langsung masuk ke pabrik rokok Praoe Lajar dan mengelilingi seluruh area pabrik. Setelah asik mengelilingi semua sudut pabrik rokok tadi mereka langsung berangkat ke gereja blenduk. Gereja ini memiliki nama asli gereja GPIB Immanuel yang merupakan gereja tertua di Jawa Tengah.
“habis dari sini kita kemana lagi ya ?” tanya Rena
“gimana kalo kita ke Stasiun Tawang aja ?”
“hmm boleh juga tuh” balas Rena
Stasiun Tawang  dilakukan oleh nederlandsche indische spoorweg maatschsrij pada periode 16 juni 1870 selama 6 tahun.
“Ren, aku izin ke kamar mandi dulu ya sebentar. Kamu jangan kemana-mana”
“aku ikut dong. Pengen ke kamar mandi juga nih”
“nanti aja gantian”
“ih kan sekalian”
“gak. Aku sendiri aja”
“hmmm yaudah sana. Jangan lama-lama ya di kamar mandinya”
Ternyata Andi tidak ke kamar mandi, melainkan masuk ke rumah makan yang berada di dekat Stasiun Tawang. Ternyata di dalam warung tersebut ada Nova yang sedang menunggunya.
“hai nov. Lama nunggu ?”
“sayang, kamu kemana aja sih daritadi baru dateng jam segini”
“maaf sayang, kamu kan tau aku lagi sama si Rena cewe ribet itu”
“dia lagi dia lagi, bosan aku dengernya”
“Nov Nov, akutuh Cuma main main ajaa sama kamu. Aku Cuma serius sama pacarku Rena” ucap Andi dalam hati.

Setelah satu jam menunggu, Rena berinisiatif untuk menyusul Andi ke kamar mandi. Sesampainya, dia tidak menemukan Andi berada disana. Rena mencoba mencari ke seluruh area Stasiun. Hingga pada akhirnya Rena melihat Nova berada di dalam rumah makan yang berada di dekat Stasiun. Karena penasaran, rena langsung datang menghampiri Nova.
“Andi. Maksud kamu apa ? mau kamu apa ? cukup Ndy, aku mau pergi. Jangan pernah kejar aku”
Rena berlari menuju polder air tawang yang berada dekat dari stasiun tawang. Saat Andi mencoba untukmengejanya, Rena meneteskan air matanya dan menggoreskan batu runcing yang dia temukan di pinggir polder air tawang ke tangannya dan menyeburkan dirinya ke danau.
Andi menolong Rena dan langsung menelefon ambulance. Sayangnya Rena meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Andi terlutut lemas dan merasa bersalah. Dia bingung dengan yang terjadi begitu saja.
Di tengah malam, Andi merenung di polder air tawang dimana kekasihnya itu pergi meninggalkannya untuk selamanya.
“ya tuhan, kenapa semua ini terjadi secepat ini ? aku mencintainya. Kenapa harus secepat ini ? andai aku punya kesempatan kedua, aku gak akan mengulangi ini” ucap andi sambil meneteskan air maatanya.
“aku harus menebus semua kesalahanku. Aku ingin menyusul Rena” sesal Andi sambil memeramkan matanya dan bersiap untuk menyeburkan dirinya je danau.
Tiba-tiba Datang seseorang berpakaian rapi dan menepuk pundaknya dan menanyakan
“mau kamu mengembalikan Rena ?”
“kamu siapa, tau masalah saya dari mana ?” balas Andy dengan nada kesal.
“Kamu mau mengembalikan rena ?” jawab orang tersebut.
“aku mau. Tapi aku tidak bisa dan tidak akan mungkin bisa untuk mengembalikannya lagi” bentak Andi.
“aku bisa”
“bagaimana caranya ?”
“aku bisa mengembalikan waktu tapi hanya selama 24 jam kebelakang” ucap orang tersebut meyakinkan Andi.
“menggunakan mesin waktu ?”
“tentu tidak”
“lalu bagaimana aku bisa berada di waktu 24 jam sebelumnya ?”
“aku akan mengulang memori selama 24 jam kebelakang. Dan kau akan berada di jam dan waktu yang sama pada saat ini juga” jelasnya.
Setelah orang tersebut menjelaskan bagaimana sistem kerjanya, Andi mulai percaya dan mencobanya.
“jam berapa sekarang ?” tanya orang tersebut.
“jam 1.30” balas Andi.
“tutup matamu”
Saat Andi membuka matanya, dia berada di kamar hotelnya dan melihat jam yang ternyata menunjukan waktu jam 1.30. lalu andi mengulang kejadian kemarin. Akan tetapi dia memutuskan untuk tidak keluar hotel dengan alasan tidak enak badan. Mereka membicarakan tentang rencana di ke esokan harinya sampai sore di samping kolam renang.
Di sore harinya Andi berenang di kolam renang yang disediakan hotel dan Rena sedang berada di kamar hotelnya. Tiba-tiba Nova  datang dan memeluk Andi dari belakang. Andi memberontak  melepaskan pelukan berbagi
“kamu ngapain kesini ? tau dari mana tempat hotelku ? lebih baik kamu pulang. Aku tidak mau Rena melihat kejadian ini” bentak Andi.
Akan tetapi Nova tetap memeluk erat Andi. Rena mendengar ada suara keributan di pinggir kolam hotel, dia panik dan bergegas menuju kamar hotel kekasihnya, tapi dia tidak menemukan kekasihnya di dalam kamar hotelnya. Lalu, dia menuju ke pusat keributan. Rena terkejut melihat Andi sedang dipeluk oleh Nova.

“Andi. Apa yang kamu lakukan ini benar-benar keterlaluan. Ada aku disini, kamu masih bisa mesra-mesraan dengan selingkuhanmu itu yang kamu bilang sahabat kamu itu”
“Ren, tunggu. Kita salah paham. Kamu mau denger kan penjelasanku ?”
Sambil meneteskan air matanya, rena berlari ke atas gedung hotel dan Andi mencoba untuk mengejarnya. Akan tetapi, semua itu terlambat. Rema sudah berada di atas gedung dan bersiap untuk melompat dari gedung tersebut. Dan pada akhirnya dia melompat dari gedung.
Andi kembali menyesali kesalahan keduanya itu. Dia merenungi kejadian yang kembali terjadi.
Dan salah kembali menyesali kesalahan keduanya itu. Saat dia sedang merenungi kesalahannya itu, orang yang menolongnya itu datang lagi.
“kenapa ? kamu melakukan kesalahan lagi ? kamu harus bisa melakukan sebuah permainan tanpa kesalahan sedikitpun agar kau berhasil memenangkannya. Begitu pula dengan kejadian ini. Kamu harus anggap ini sebuah permainan dan kamu harus cari tahu bagaiman agar kekasihmu itu tetap hidup” jelas orang tersebut.
“aku harus bisa. Bagaimana agar aku bisa menyelamatkan kekasihku ini. Aku harus bisa. Aku harus meminta lagi kepadanya untuk memberikan sekali lagi kesempatan” ucapnya dalam hati.
...
“aku tidah tahu kamu siapa, entah tuhan, dewa atau malaikat, kamu pasti tahu perasaan seseorang yang ditinggalkan orang yang dicintainya ? aku mohon, beri aku kesempatan satu kali lagi, aku mohon” tangis Andi memohon kepada orang itu.
“baiklah, aku akan memberikanmu satu kali lagi kesempaatan. Dengan satu syarat, kamu harus berhasil. Karena ini kesempatan terakhirmu” jelas orang tersebut.
Setelah Andi menyetujuinya, dia kembali lagi ke masa itu dan di pagi harinya Andi langsung mengajak Rena ke gereja belenduk dan berdoa. Setelah itu mereka kembali ke hotel dan Andi memerintahkan Rena untuk bersiap-siap dan check out.
“kok kita pulang Ndy ?”
“udah gpp. Aku ada urusan penting mendadak, cepet siap-siap. Kita pulang sekarang”
“aku gak bisa. Aku mau ke kota lama Semarang Ndy”
“Rena. Nurut aja sih sama aku. Atau aku yang pulang aja sendiri. Kamu silahkan kalau mau masih disini” bentak Andi
Rena saat itu sangat kaget dan bingung. Setelah beberapa lama berdiam, akhirnya Rena memutuskan untuk ikut pulang bersama Andi.
Sesampainya di Jakarta, Andy langsung mengantar Rena ke rumahnya. Sesampainya di rumah kekasihnya itu, ibu rena kebingungan.
“loh kok sudah pulang ? baru kemarin berangkat ? ada apa ini?”
“hehe gak ada apa-apa tante. Aku ada urusan mendadak aja, penting banget soalnya. Menyangkut masa depan aku nih tan” jelas Andi.
Benar kaget dan langsung menuruti perkataan salah.
Dan pada akhirnya Andi bersyukur dan berterimakasih kepada penolong yang sudah membantunya menyelamatkan Rena terhindar dari kematian yang disebabkan olehnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar