Artikel Terbaru

Kamis, 17 Oktober 2019

Aku Cemburu

Tidak ada komentar:

Kalau ditanya untuk pergi, gue gak yakin. Ya, walaupun sekarang ini sudah ada seseorang yang menempati hatinya. Gue gatau pastinya sih, tapi yang pasti dia sudah memiliki pengganti gue. Pengganti hehe.

Ketika melihat sebuah postingan yang dia buat, gue merasa “Yah there is no way to come back”. Sama sekali tidak terfikirkan bahaimana caranya untuk kembali. Bahkan sampai saat ini, gue hanya bisa memberikan kata “Rindu”. Rindu yang bisa saja tidak terbalaskan. Ya sampai saat ini gue masih bingung sama diri gue sendiri, walaupun dalam beberapa hal sepeti karir yang mulai stabil, mood yang udah go away banget sama yang Namanya “mood swing”.

Kok bisa?
I
ya, ceritanya gue nganter kakak ipar gue (Namanya teh Dinda), dan di sana gue ketemu sama temennya temen teh Dinda, sebelum ketemu juga dia udah cerita sih mengenai temennya ini.

“Dul, temen gua ada yang anak indigo tau”.

Iya, pas ketemu, gue langsung ngucap dalam hati “Mbak, tolong jangan sebut kalo gue gini, gitu, anu”. Untungnya dia seperti ngerti apa kata hati gue. Tapi banyak banget hal hal yang mengejutkan yang gue dapat ketika bertemu dia. Beberapa hal yang dia ucap totally bener. Tapi ada satu hal yang gue minta dalam hati ke dia “Please jangan bahas soal asmara”. Hahaha.

Ada satu hal yang ngagetin sih, dia tiba-tiba nanya gini ke gue

“Kamu ada pernah bikin sakit hati cowok?”

*deg, hati gue langsung kaget

“Siapa?”. Gue tanya dong.

“Dia sakit hati karena suatu hal, menyangkut masalah kerjaan”.

Di situ dia sebutin ciri-ciri orangnya bagaimana dan seperti apa. Gue seketika ingat seseorang yang “Mungkin” merasa sakit hati karena sesuatu kejadian yang bisa jadi menurut orang biasa saja, tapi menurut dia itu menyakitkan, atau kita bisa sebut dia hiperbola.

“Dia ini kirim sesuatu ke kamu”

Lalu dampaknya apa? Banyak sekali sih, salah satunya pekerjaan yang berantakan, kemudian meriang setiap pagi, orang-orang terdekatpun menjauh, bahkan sampai keadaan ekonomi yang cukup menjengkelkan. Bahkan mood swing yang semakin meradangpun, itu salah satu efeknya.

Setelah Panjang lebar ngobrol akhirnya dia bantuin untuk hilangkan sesuatu yang menempel di badan gue. Setelah itu apa yang terjadi? I feel better. Merasa seperti tidak memiliki masalah apapun dalam hidup, ya walau sebelumya memang masalah yang gue hadapin tidak terlalu serius.

Setelah merasa lebih baik dari sebelumnya, seketika gue berfikir “Apa kabar kamu?”. Ingin bertanya namun gue rasa belum waktunya. Karena ketika seseorang sedang emosi, apapun yang kita ucap pasti akan selalu salah. Perasaan ingin pergi beberapa waktu lalu tiba-tiba saja menghilang. Gue bingung harus melakukan apa. Perlahan perasaan yang mulai hilang tersebut muncul lagi dan hingga tulisan ini nangkring di blog gue pun perasaan itu makin besar dan besar lagi.


Aku merindukan candaan dan ocehan saat kita Bersama. Tidak ada hal lain yang membuatku bahagia. Bagaimana bisa pergi kalau seperti ini? Bahkan, kemarin, (16-10-19) ketika gue bersiap untuk tidur, ada perasaan “Rindu” yang muncul. Gue memikirkan waktu saat kita Bersama, dan itu adalah hal yang paling menyenangkan dalam hidup gue. Tau gak? Setelah memikirkan hal hal tersebut tiba-tiba kepala gue berat dan pusing sekali. Muncul perasaan ingin menangis yang sangat sedih. Dada sangat terasa sesak dan seperti ingin berteriak. Kemudian, gue pejamkan mata dan berkata “Hai(gue sebut nama dia), gue kangen banget sama lo, gue masih sayang sama lo” kemudian gue menguatkan hati untuk menangis.

Apa yang terjadi? Meangis? Tidak. Tapi hanya sedikit meneteskan air mata dan gue langsung mengusapnya. setelah itu hati dan fikiran gue terasa lebih baik.

Namun, di keesokan harinta, gue tidak tahu harus berbuat apa, dia seperti terlihat sangat bahagia dan perasaan bahagianya itu dia perlihatkan tidak untuk gue, tapi mungkin untuk orang lain. Di situ hati saya merasa seperti dimasukkan jarum pentol berkali kali. Iya, sakit sekali rasanya.
Aku cemburu.

Baca selanjutnya

Rabu, 09 Oktober 2019

Sebuah Rasa Untuk Pergi

Tidak ada komentar:


Akhir akhir ini gue ngerasa “Gue harus pergi, gue harus move on, gue harus lupain semua rasa yang selama ini tumbuh hingga tak memiliki tempat di sisi manapun pada dirinya”. Ya, gue memang sangat sulit untuk melupakan seseorang yang menurut gue adalah orang terbaik untuk diri gue sendiri. Walaupun banyak orang yang berkata “Yasudahlah, ngapain difikirkan kembali? Toh dia juga gak bakal balik lagi”. Ingin sekali rasanya meluapkan kekesalan gue terhadap ucapan orang-orang kebanyakan.

Jadi, apa yang harus gue lakukan sekarang ini? Entahlah, gue juga tidak mengerti. Di satu sisi gue gak bias secara terus menerus mempertahankan perasaan yan gue bangun secara kontinyu dan semua yang gue pertahanin itu sudah percuma. Di sisi lain gue masih sangat mengharapkan orang tersebut untuk kembali dan berada di sisi gue. Entah apa cara yang akan saya lakukan untuk membuatnya kembali, entah bagaimana jalannya gue juga masih tidak memahaminya. 

Apakah ada seseorang yang dating ketika dia pergi? Jawabannya ada. Lalu mengapa enggan untuk pergi? Jawabannya cinta. Entah apa yang membuat gue bodoh seperti ini. Mungkin yang gue tau, ketika gue berada di samping orang tersebut, gue merasa sesuatu hal yang tidak pernah gue rasain sama orang lain. Pernah gak, ngobrol dengan mama, papa kalian berjam-jam? Seperti itu rasanya. Nyaman dan tidak ada perasaan takut sedikitpun. Gue gak menemukan magic tersebut di orang lain. Tapi waktu berjalan dan mungkin sudah saatnya aku untuk pergi. Bukan pergi dari dunia ini, jangan salah sangka.

Gue harus bisa memantapkan diri gue sendiri untuk pergi dan ikhlas atas semua yang terjadi. Percuma juga jika gue masih tetap untuk bertahan sedangkan, dia sama sekali tidak menginginkan keberadaan gue lagi. Tapi bagaimana caranya? Bagaimana caranya untuk memiliki rasa untuk meninggalkan seseorang yang ketika gue Bersama dia, seakan gue sedang Bersama orang tua gue? Terkadang gue suka bertanya tanya, “Mengapa Tuhan mempertemukan gue dengan seseorang yang pada akhirnya meninggalkan gue karena hal hal yang menjadi sebuah kekurangan yang ada pada diri gue?”. “Mengapa Tuhan memberikan sebuah rasa nyaman ini dan pada akhirnya harus terpisah begitu saja?”. Mungkin sebuah rasa untuk pergi sering kali terbesit dalam hati gue.

Namun, masa sih hanya sampai situ saja? Tidak ada hasratkah untuk memperjuangkan semua? Ya, sebetulnya ingin sekali untuk memperjuangkannya. Akan tetapi bagaimana caranya? Gue sudah gak ngerti lagi harus berbuat apa. Mari kita lihat dalam jangka waktu satu atau dua minggu lagi, apakah gue berhasil untuk pergi dari hidupnya? Atau aka nada hal lain yang akan terjadi? Yep, sebetulnya gue gak berharap apapun lagi di dunia ini. Doa gue Cuma satu,“Tuhan, Ya Allah, tolong buat gue menjadi orang yang kuat dan gue minta tolong untuk berikan seseorang yang tepat dalam hidup gue, siapapun dia”.

“Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang karena sebuah alasan, antara pelajaran hidup atau membaw kebahagiaan” - adul  


Baca selanjutnya

Senin, 29 Juli 2019

Talk Show Cerita Livina bersama Donna Agnesia

2 komentar:
Pada tanggal 22 juli 2019 lalu, aku ngerasa beruntung banget gaes karena berkesempatan menghadiri talk show interaktif dari Nissan Livina bertajuk Cerita Livina. Pada acara tersebut, ada mba Donna Agnesia, selaku brand ambassadornya All new nissan livina. Acara ini berlangsung di GIIAS, gaes. Tau GIIAS kan? Itu lho, Gaikindo Indonesia International Auto Show


Di GIIAS memang jadi ajang pameran otomotif terbesar dan terbaik di Indonesia, makanya dengan datang ke acara ini, aku yakin banget bakal dapat banyak pengetahuan seputar otomotif terutama ya all new nissan livina ini. Yaaa, iya sih sekalian liat mba Donna juga sih yang makin hari performanya semakin kece.

Jadi gimana hasil talk show #CeritaLivina?


Pertama, perkenalkan dulu barang cakep yang satu ini. Livina, MPV terbaru dari Nissan, hadir dengan 5 varian. Varian tertinggi hadir dengan mesin Petrol 1499 cc, keren ya! Livina VL AT ini berkapasitas 7-penumpang yang dibekali transmisi 4-Speed Automatic. Sistem keamanannya dibekali Anti Theft Device & Engine Immobilizer. 

Tidak sembarangan mendatangkan donna agnesia di acara ini, karena ternyata donna adalah pengguna setia livina 4 tahun terakhir. 

Saya menggunakan model Nissan Grand Livina selama empat tahun. Kenyamanannya sungguh terasa baik saat bepergian di dalam maupun luar kota bersama keluarga. Mobil ini juga termasuk tahan lama, karena dengan pemakaian intensif untuk kesibukan saya dan keluarga tidak ada masalah,” kata Donna.

Informasi utama yang jadi rahasia umum adalah, orang Indonesia saat ini kebutuhan berkendaranya sangat banyak untuk berbagai jenis mata penceharian dan kesibukan lainnya. Namun mereka tentu maunya harganya yang wajar kan, fitur canggih, performa maksimal. Dan keamanan terbaik. Karena itulah livina menjawab keinginan itu dengan kehadiran all new nissan livina 2019 ini.

Head of Communications NMI, Hana Maharani menjelaskan bahwa: 
"Semua orang berkendara dengan satu tujuan, yaitu menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman. Karena itu, Nissan terus berinovasi dengan menyediakan kendaraan pintar melalui Nissan Intelligent Mobility. Di mana Nissan Livina menghadirkan teknologi canggih, fitur-fitur keselamatan, serta kenyamanan dan kemudahan untuk pengalaman berkendara,”

Yang paling aku suka itu, body nissan terbaru itu asli keren banget. Gahar, gagah dan cakep designnya. Kalau dulu nissan livina kayanya cuma kategori mobil MVP, dengan design terbaru ini, tampilannya sudah cocok juga jadi mobil sport buat touring.
Sebagai cowok, aku seneng deh sama varian yang sekarang karena looks cool and awesome, apalagi kalo di ajak test drive, bakal makin girang donk. Hahaha.

Sekian dulu aja report pas di GIIAS kemarin. Ini aku kasih foto-foto ketika acara, di buang sayang ceritanya. Selamat mupeng liat mobilnya, apalagi aku yang saat itu mupeng banget. 😅 semoga tulisan ini bermanfaat.














Baca selanjutnya